Sunday, December 18, 2016

// // Tulis Komentar

Jangan Gunakan Produk Orang Kafir!



"Kalau masih suka pakai produk (buatan orang) kafir gak usah banyak protes.!!"

Pernah melihat, mendengar, atau barangkali membaca statement diatas? Begini....

Coba perhatikan ketika Rasulullah SAW masih tinggal di Mekah, beliau makan dan hidup dari sirkulasi kehidupan jahiliyah, tidak masalah. Akan tetapi Rasulullah tidak berzina, tidak membunuh anak, dan tidak menyembah berhala. Bahkan ketika sudah independent punya negara sendiri di Madinah Rasulullah SAWpun masih menggunakan mata uang dari Romawi. Bukan pula masalah.

Taktik strategi perang Khandaq menggunakan model strategi perang ala Persia lewat Salman Al Farisi...dst dst, hingga zaman Sulthan Al Fatih, canon dan manjaniknya (alat pelontar penghancur benteng) buatan orang kafir dari Hungaria. Inipun tdk diharamkan.
Nah fenomena ini banyak muslim yg galau dan bingung. Sehingga ada status seperti ini.
Mereka memukul rata segala sesuatu yg dari orang kafir, apakah mau diambil semua, atau jika haram, maka haram semua.

Maka Imam MAZHAB membahas dua disiplin ilmu yg wilayah nya berbeda ini harus diterangkan secara mencerahkan buat mereka;
Pertama hadhârah/civilisation/ peradaban yg bersifat khusus dari hasil konsep hidup sebuah MABDA (ideologi) atau Dien/wilayah agama.
Sedangkan yg kedua adalah Madaniyyah yang menyangkut science teknologi dan administrasi yang bersifat universal.
Disinilah Rasulullah SAW pernah berkata pd wilayah ini:

"ANTUM A'LAMU BIUMURIDDUNYAAKUM...." (Kamu lebih mengetahui urusan duniamu)

Berbeda dengan benda-benda yang berhubungan dengan suatu ritual ibadah (simbolis penyembahan selain kepada Allah SWT)

Misalkan Ramen (makanan jepang) meski penemunya penyembah matahari selama yang dimakan gak ada babinya ya gak haram...
Begitu juga Facebook, selama saat sign-up (daftar) tidak harus pindah agama ya gak masalah...
Kecuali pas daftar diharuskan ganti agama (atau menggunakan atribut agama lain), gak ada kan..? Jadi, ya gak masalah.... :)

0 comments:

Post a Comment