Monday, May 29, 2017

// // Tulis Komentar

Ramadhan Melatih Kesabaran


Kultum Hari ke-3

Di dalam al-Qur`an banyak sekali ayat yang memerintahkan kita tentang kesabaran dan juga tentang keutamaan-keutamaan yang didapatkan oleh orang-orang yang sabar, diantaranya Allah menyelaraskan kata sabar dan shalat secara bergandengan dalam salah satu ayat:

“Hai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah/2:153).

Bermacam tafsir atas penggandengan dua kata diatas, diantaranya yaitu kedua hal tersebut adalah wajib dilaksanakan oleh setiap muslim jika ia ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Sikap inilah yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW selama beliau menyebarkan ajaran Islam ini. Bermacam-macam cobaan yang diterimanya, cacian, makian, bahkan perlakuan kasar dalam bentuk fisik dan beberapa kali nyaris membahayakan nyawa beliau, tetapi cobaan tersebut tak pernah menyurutkan perjuangannya dan tentunya berkat kesabaran beliau.

Seandainya saja beliau tidak sabar, ngambek, dan tidak meneruskan ajaran ini, maka kita tidak tahu apa jadinya dengan akidah kita sekarang.

Sabar bukan sekedar pasif menerima nasib apa adanya. Sikap sabar mengandung kekuatan besar dan tekad yang kuat untuk memperbaiki diri dalam mencari kehidupan yang lebih baik. Karena itulah, sikap sabar adalah bagaimana terus bekerja dan berusaha secara aktif.

Dalam bekerja dan berusaha mencari rezeki, sikap sabar sangat diperlukan. Sabar adalah menempatkan sesuatu seusai dengan proses dan prosedurnya. Ketidaksabaran hanya akan membuat keinginan yang tergesa-gesa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di luar kemampuan dan kewajaran.

Sikap ketidaksabaran inilah awal munculnya perjudian dan berbagai kejahatan. Orang ingin segera menjadi kaya, segera mendapatkan uang banyak tanpa melalui proses dan kerja keras. Inginnya segera mendapatkan sesuatu melalui jalan pintas.

Korupsi juga timbul karena ketidaksabaran. Sumbernya satu hal; hawa nafsu dan keinginan untuk segera memiliki harta dalam jumlah besar. Karena selalu merasa tidak cukup, akhirnya timbullah niat bagaimana mendapatkan harta secara cepat.

Tidak ada satupun pekerjaan di dunia ini yang bisa menghasilkan sesuatu tanpa ada kesabaran.

✅ Seorang petani harus menunggu 3-4 bulan sawahnya untuk bisa dipanen. Tanpa kesabaran, petani tidak mungkin bisa menghasilkan beras yang baik dan berisi.

✅ Seorang nelayan harus sabar menunggu ombak yang bersahabat untuk bisa melaut. Lebih-lebih pemancing ikan, ia mesti menunggu berjam-jam dalam sehari agar pancingannya bisa termakan oleh ikan.

✅ Seorang pedagang juga mesti menunggu dengan sabar para pembeli yang lewat di depan barang dagangannya. Ada di antara mereka yang cuma melihat-lihat atau sekedar bertanya, semuanya mesti dilakukan dengan penuh kesabaran. Sedikit saja tidak sabar, pembeli akan segera mengalihkan ke toko yang lain.

✅ Seorang seniman yang akan membuat karya seni, juga membutuhkan kesabaran.

✅ Seorang pelukis bisa membutuhkan berhari-hari, bahkan mungkin ada yang berminggu-minggu untuk menghasilkan satu lukisan.

✅ Pengarang lagu membutuhkan kesabaran agar bisa menggubah satu lagu yang enak didengar.

Begitu seterusnya kerja-kerja seni membutuhkan kesabaran agar bisa menghasilkan karya-karya yang bernilai.

Para guru di sekolah, tanpa kesabaran, pasti pekerjaan guru akan menjadi pekerjaan yang memusingkan dan membosankan. Setiap hari melihat tingkah laku anak dengan berbagai perangainya yang berbeda, terkadang patuh dengan apa yang diperintahkan, dan terkadang pula mereka dengan kreativitas masing-masing tidak mau mengerjakan. Tanpa kesabaran, pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Orang tua yang mendidik anaknya di rumah, juga membutuhkan sikap sabar. Apalagi, anak-anak zaman sekarang adalah anak-anak yang dibesarkan dengan pengetahuan dan informasi yang sangat banyak dan beragam. Karenanya, nilai-nilai yang mereka dapatkan terkadang di luar imajinasi dan pemikiran orang tua. Tanpa adanya kesabaran mendidik anak-anak, orang tua akan cenderung emosional setiap kali melihat “kreativitas” yang sering disebut dengan “kenakalan” mereka yang luar biasa aktif.

Tidak terkecuali seorang pegawai, ia harus sabar dalam pekerjaannya. Terkadang banyak masalah di kantor, mulai dari disiplin yang ketat, tunjangan yang rendah, gaji yang dirasa tidak memadai, atasan yang tidak mendukung, rekan kerja yang seringnya bikin sewot, semua itu adalah ujian seberapa besar sikap sabar yang bisa ditunjukkan.

Kesabaran akan membawa kita mencari jalan keluar terbaik dari setiap permasalahan yang ada. Kesabaran akan membantu kita memberikan kesadaran agar menjadikan semua masalah yang ada sebagai pelajaran berharga bagaimana mengelola dan menyelesaikannya di masa mendatang.

Sikap sabar juga dibutuhkan saat seseorang mencari ilmu. Lihat saja orang harus mulai sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Semuanya membutuhkan waktu yang panjang, dan tanpa adanya kesabaran, orang akan sulit mendapatkan ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan.

Betapa kesabaran sangat diperlukan saat seseorang mencari ilmu, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dan sikap sabar ini bukan hanya buat dirinya sendiri, tetapi juga buat keluarganya. Dengan kurang lebih 5 tahun waktu belajar, keluarganya memang harus juga merasakan beratnya kesabaran yang harus dilakukan.

Betapa banyak orang-orang yang “membeli gelar” sebagai syarat untuk kenaikan pangkat atau golongan. Berapa banyak pula orang melakukan berbagai kecurangan untuk mendapatkan gelar tertentu. Semuanya karena ketidaksabaran, bahwa inginnya mereka segera mendapatkan apa yang diinginkan tanpa kerja keras dan keringat.

Selain dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sikap sabar juga dibutuhkan dalam beribadah. Coba kalau shalat tidak sabar, inginnya cepat-cepat selesai. Berdoa tidak sabar, inginnya segera sampai pada kata Amin.

Puasa kalau tidak sabar, inginnya cepat-cepat buka. Haji kalau tidak sabar, inginnya cepat-cepat. Thowaf keliling Ka’bah atau Sa’i yang harus dilakukan 7 kali dari Sofa menuju Marwah, inginnya segera sampai.

Dengan kesabaran dalam beribadah, maka ada kemantapan dalam ibadah yang membuat ibadah kita menjadi semakin khusyu. Kalau beribadah semakin khusyu, maka nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam setiap ibadah tersebut akan semakin merasuk dalam diri dan jiwa kita.

Shalat kita, zakat kita, puasa kita, dan ibadah haji yang kita lakukan tidak sekedar sebagai sebuah kewajiban, tetapi karena memang kita membutuhkan ibadah tersebut sebagai sarana untuk memperkuat jiwa, mental, dan ruhani kita.

Nabi SAW memberikan apresiasi kepada umatnya dengan sabdanya:
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin itu, karena semua urusan orang mukmin itu penuh dengan kebaikan. Hal ini tidak akan terjadi pada orang lain, kecuali orang mukmin saja. Jika mendapat kesenangan,  ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka hal itu pun menjadi kebaikan baginya”. (HR. Muslim)

Semoga Ramadhan tahun ini melatih kita menjadi pribadi yang lebih sabar. Aamin..
_____
::
Azharul Fuad Mahfudh

0 comments:

Post a Comment